April 2019







There is no susbtitute for hard work (Thomas A. Edison).  Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras, demikian ungkap Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam acara Sarasehan bersama 150 anggota Wanita Katolik RI, mulai dari tingkat DPP, DPD-Jakarta, DPD-Bogor dan Cabang-Cabang se DPD-Jakarta pada Senin,      15 April 2019 bertempat di Kementerian ESDM, Jl Medan Merdeka Selatan 18, Jakarta Pusat.
Sedangkan Ketua Presidium DPP Yustina Rostiawati dalam sambutannya mengharapkan, bahwasanya Wanita Katolik RI dapat membantu dan menjadi kepanjangan tangan Kementerian ESDM mengingat  apa  yang dijalankan Kementerian ESDM sejalan dengan visi misi WKRI, dan keberadaan  Organisasi Wanita Katolik RI yang  tersebar di seluruh Provinsi.
Salah satu tugas utama Kementerian ESDM adalah melaksanakan program "Energi Berkeadilan" yang diitujukan untuk mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang hidup di daerah-daerah terpencil, yang selama ini sulit dijangkau dan kurang mendapatkan perhatian.
Ignasius Jonan menjabarkan pencapaian pembangunan hal Energi Berkeadilan ini, antara lain : Pembuatan sumur-sumur bor di daerah2 kering di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan juga di Jawa Timur, untuk mendapatkan sumber-sumber air bersih, dimana 1 sumur bor dapat bermanfaat untuk 3.000 - 4.000 jiwa. Kemudian juga pengadaan Sumber Listrik Tenaga Surya Hemat Energi (SLTSHE) di daerah-daerah terpencil Papua, sehingga masyarakat yang sebelumnya tidak mengenal listrik dan hidup dalam kegelapan, kini bisa hidup dalam cahaya terang benderang. Anak-anak sekolah pun dapat belajar di malam hari dengan adanya aliran listrik yang menerangi desa mereka.
Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semula harganya bisa mencapai 20 kali lipat harga di P.Jawa, yang mengakibatkan harga-harga kebutuhan pokok di Papua juga ikut melangit, kini berubah menjadi 1 harga (sama dengan di P.Jawa) dan pasokan BBM pun dipenuhi sesuai kebutuhan.
Para nelayan di Probolinggo pun, tak luput dari perhatian Kementerian ESDM. Mereka yang biasa menggunakan BBM untuk menjalankan perahu motornya, kini dialihkan pemakaiannya dengan menggunakan Tabung LPG 3 kg yang jauh lebih hemat dalam pemakaian dan bisa bertahan hingga 3 hari.

Ada 1 pesan dari Ignasius Jonan yang berulang-ulang kali ia ucapkan sehingga mengundang tawa, "Jangan terlalu banyak rapat" ujarnya.
Apabila ini adalah salah satu rahasia suksesnya disamping kerja keras dan  kerja sungguh-sungguh, maka  perlu kita renungkan dan lakukan juga. Mari kita lebih banyak bekerja daripada banyak rapat.








Sabtu 13 April 2019 bertempat di Gedung LDD Katedral Jakarta diadakan kegiatan sosialisasi Tanggap Bencana tahap 2 yang diselenggarakan oleh Lembaga Daya Darma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Pemanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Jakarta Rescue.
Apabila pada tahap 1 yang disosialisasikan adalah Manajemen Logistik Dapur Umum, pada tahap 2 ini disosialisasikan cara perlindungan diri saat terjadi bencana, seperti misalnya saat terjadi gempa bumi.
Diharapkan anggota-anggota Wanita Katolik RI dapat menjadi Srikandi penggerak dalam kegiatan ini.








Dalam rangka memberikan pemahaman dan  meningkatkan kapasitas perempuan di Lembaga Politik untuk kesetaraan gender, maka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta memberikan acara pembekalan dan edukasi selama 3 hari 2 malam, 4 - 6 April 2019 bertempat di Hotel Ria Diani, Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
Wanita Katolik RI DPD-Jakarta berpartipasi dengan mengirimkan 27 orang perwakilan, baik dari Pengurus DPD-Jakarta, maupun utusan dari Cabang-Cabang. Organisasi Wanita lainnya yang turut serta dalam program ini adalah Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), Dian Kemala Polda Metro Jaya dan Wanita Swadiri, sehingga total peserta menjadi 110 orang.
Beberapa nara sumber menyampaikan materi-materi  yang menarik, antara lain Nika S. Saragih S.STP, Msi yang membawakan "Pengertian dasar dan aspek2 kebijakan Negara dalam mendukung kesetaraan gender", kemudian ada pula DR. Emrus Saragih dengan tema "Sikap dan  kesiapan perempuan dalam dinamika politik nasional menjelang Pemilu serentak 2019 dan dampaknya bagi perkembangan demokrasi". Sedangkan Titik Anggraeni, Direktur Eksekutif PERLUDEM menggambarkan "Peta pencalonan dan tantangan keterwakilan perempuan di Pemilu serentak 2019". Tak kalah menariknya adalah tampilnya seorang motivator, Robbi Habibi, yang dengan piawainya memberikan motivasi bahwa perempuan itu hebat, bernilai sama dengan pria dan memiliki banyak kelebihan dan keutamaan.

Kami kembali dengan membawa sesuatu, yakni pengetahuan, wawasan  baru, gambaran dinamika politik dan peran perempuan di dalamnya, serta persahabatan dengan aktivis-aktivis perempuan dari organisasi lain.
Kami bisa berbeda agama, berbeda penampilan, tapi kami memiliki satu prinsip yang sama, yakni sama-sama mencintai NKRI.







Isak tangis pun pecah tak terbendung ketika tersiar kabar bahwa Presidium Wanita Katolik RI DPD Jakarta Mija Ruma Klara telah berpulang  secara mendadak pada Jumat, 19 April 2019 jam 10.00 di RSUD Kemayoran. Rasa tak percaya pun mencuat, jangan-jangan ini hanya hoax karena pukul 08.30  beliau masih menyapa para Pengurus DPD Jakarta di Group WA dan masih berkomunikasi dengan Ketua Cabang St.Paskalis Cempaka Putih.
Klara tengah bersiap-siap untuk berangkat ke gereja guna mengikuti Ibadat Jumat Agung ketika Tuhan memanggil ke hadiratNya.
Beliau adalah seorang Pendidik yang berdedikasi dan berkomitmen tinggi, tidak hanya di Yayasan St.Yakobus tempat ia berkarya, tetapi juga di organisasi Wanita Katolik RI yang sangat dicintainya.
Ketegarannya, kesabarannya dalam menyikapi berbagai masalah yang harus dihadapinya, membuat segenap Pengurus DPD Jakarta maupun teman-teman lainnya menaruh kasih dan sangat menghormatinya. Ia patut menjadi teladan.
Kedua putera-puterinya Nico dan Marta harus menghadapi kenyataan pahit, ditinggal oleh Ibunda tercintanya, dimana sebelumnya ayah mereka, Hermanus juga telah berpulang pada tanggal 17 Juni 2018 di Bajawa - NTT, saat mereka sekeluarga berlibur di kampung halaman.
Mija Ruma Klara disemayamkan di Pondok Kasih - Kramat, Sekretariat Wanita Katolik RI DPD Jakarta yang sudah merupakan rumah kedua baginya.
Ratusan anggota Wanita Katolik RI, relasi dan handai taulan datang melayat dan mendoakan beliau.
Ibadat Sabda dilakukan pada hari Jumat malam, dibawakan oleh Rm Johannes Heru Hendarto SJ guna mendoakan almarhum. Sedangkan keesokan harinya di hari Sabtu Suci diadakan Misa Requiem yang dibawakan oleh 4 Romo konselebran, yakni Rm Eduard Callistus Ratu Dopo SJ, Rm Johannes Heru Hendarto SJ, Rm Roni Neto Wulur Pr dan Rm Laurensius Toda O'Carm.
Suasana duka pun kembali menyelimuti para pelayat, khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan pada saat berada di TPU Pondok Ranggon, tempat Klara dimakamkan.
Selamat jalan Ibu Klara, Sang Pendidik sejati, selamat beristirahat dalam damai di sisi Bapa di surga.
Doa kami selalu menyertaimu, dan kenangan manis bersamamu selalu melekat erat di hati kami... 🙏🙏🙏







Selasa 9 April 2019, bertempat di Aula Benedictus Paroki St. Monika Serpong telah dilaksanakan pelantikan Dewan Pengurus Cabang  St.Monika Serpong masa bakti 2019 - 2022 oleh 3 Pimpinan Cabang, Dionisia M. Samunady, Theresia Asarowati dan Maureen Iva Njauw dalam Misa Kudus yang dibawakan oleh Pastor Bernardus Yusa Bimo Hanto OSC, yang akrab dipanggil Romo Bimo.
Dalam homilinya Romo Bimo mengharapkan bahwa Ranting-Ranting di Cabang St.Monika akan terus berkembang mengingat jumlah Ranting yang ada saat ini belum berimbang dengan jumlah Lingkungan atau Wilayah yang ada di Paroki St.Monika Serpong. Kesempatan masih terbuka lebar.
Romo Bimo pun mengharapkan Wanita Katolik RI dapat menjadi perpanjangan kasih Tuhan , baik di dalam gereja maupun di masyarakat sekitar karena sebagai perempuan dan sebagai ibu, Wanita Katolik RI akan lebih mudah untuk bergaul, beradaptasi dan hidup bermasyarakat dengan baik.
Selamat  berkarya  di dalam pelayanan untuk segenap Dewan Pengurus Cabang St.Monika Serpong.





Bertempat di ruang Yohanes 2 Paroki St.Nikodemus Ciputat telah diadakan Rapat Koordinasi Cabang Wilayah (RKCW) Tangerang II pada Sabtu, 6 April 2019  yang dihadiri oleh 6 Cabang Wanita Katolik RI, yakni Cabang St.Barnabas Pamulang, St.Monika Serpong, St.Laurensius Alam Sutera, St.Matius Penginjil  Bintaro, St.Maria Regina Bintaro Jaya dan St. Nikodemus Ciputat selaku tuan rumah.
Dalam RKCW kali ini, seluruh Cabang menyiapkan dan membacakan Rencana Program Kerja mereka selama 1 tahun, yang akan direalisasikan di tahun 2019 ini.
Semoga semua Program Kerja dapat berjalan lancar. Tuhan memberkati... 🙏🙏🙏






Sabtu 6 April 2019, bertempat di ruang Legio Paroki St.Maria de Fatima Toasebio, diadakan Rapat Koordinasi Cabang Wilayah (RKCW) Barat I yang dihadiri oleh 5 Cabang Wanita Katolik RI, yakni : Cabang Kristus Salvator Slipi, Bunda Hati Kudus Kemakmuran, Damai Kristus Kampung Duri, Maria Bunda Perantara Cideng dan St.Perawan  de Fatima Toasebio selaku tuan rumah.
Acara yang berlangsung sore hari, mulai pukul 15.00 WIB ini berlangsung hangat dan informtif. Cabang-cabang saling bertukar informasi tentang kegiatan yang berlangsung di Cabang masing-masing dan saling mengevaluasi diri sehingga Wilayah Barat I ini akan semakin maju dan berkembang.







Sabtu, 6 April 2019  bertempat di Aula Leo Soekoto, Paroki St.Perawan Maria Ratu Blok Q, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan telah diadakan Rapat Koordinasi Cabang Wilayah Selatan yang dihadiri oleh 6 Cabang Wanita Katolik RI, yakni Cabang St. Perawan Maria Ratu sebagai tuan rumah, St.Yohanes Penginjil Blok B, St.Fransiskus Asisi Tebet,  St.Stefanus Cilandak, Keluarga Kudus Pasar Minggu dan Ratu Rosari Jagakarsa.
Hadir pula Rm Paroki St.Perawan Maria Ratu yakni Rm Broto Wijoyo SJ mengikuti perbincangan-perbincangan tukar informasi antar Cabang ini.
Banyak kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang telah dilakukan oleh setiap Cabang, dan PPUK pun berkembang  baik dengan berbagai jenis usaha yang bervariasi. Ada pula Cabang yang menjual kupon undian untuk membantu anak-anak asuh non-Katolik, di luar program ASAK.
Karena jelang Pemilu, salah satu Cabang melakukan bincang-bincang informatif dengan salah satu Calon Anggota Legislatif yang berada di wilayah Selatan, guna mendapatkan informasi tentang tata cara Pemilu.
Mudah-mudahan acara RKCW ini memberikan manfaat untuk saling mengisi ilmu dan berbagi pengalaman.







Sabtu 30 Maret 2019, 6 Cabang Wanita Katolik RI se Wilayah Tangerang 1 berkumpul di Aula Gereja St. Agustinus Karawaci - Tangerang. Hadir antara lain Cabang Hati St.Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang, St. Odilia Citra Raya, St.Gregorius Kutabumi, St. Helena Curug, St.Bernadet Ciledug dan tuan rumah St. Agustinus Karawaci.
Aula nampak penuh karena tidak hanya para Pimpinan Cabang yang hadir, tetapi juga ada perwakilan dari Ranting-Ranting.
Dewan Pengurus Harian (DPH) Paroki St. Agustinus Karawaci Stefanus Tonny dalam sambutan pembukaan benar-benar mengharapkan bahwasanya Wanita Katolik RI menjadi pendorong bagi kategorial-kategorial lainnya di paroki mengingat aktifitasnya yang demikian nampak, baik di lingkungan gereja maupun di masyarakat.
Hampir seluruh Cabang di Wilayah Tangerang 1 memiliki banyak sekali Ranting sehingga kesibukan pun tiada hentinya. Binaan-binaan PPUK pun sangat banyak di tiap Cabang, betul-betul memerlukan perhatian khusus, karena tidak semua binaan dapat berjalan lancar.
Cabang St.Bernadet yang memiliki 23 Ranting telah melakukan  kerjasama dengan Universitas Bina Nusantara (Binus) untuk beberapa pelatihan yang berkaitan dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Cabang St.Gregorius yang memiliki 99 binaan PPUK (namun sayang 31 binaan non aktif) memiliki kegiatan-kegiatan yang menarik, antara lain : tutorial merajut sepatu, senam untuk mencegah syaraf kejepit, membuat garnis dari sayuran, pelatihan memotong rambut dan pelatihan tanaman Hidroponik secara gratis.
Cabang-cabang lainnya pun memiliki kegiatan-kegiatan yang khas, sehingga banyak pertanyaan dan diskusi dalam RKCW kali ini.
Semoga Wilayah Tangerang 1 semakin maju dan berkembang... 🙏🙏🙏







Pada Sabtu - Minggu, 23 -  24 Maret 2019 Wanita Katolik RI DPC St. Arnoldus Janssen Bekasi mengadakan kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Kualitas Organisasi (PPKO) dengan tema "Membangun Kinerja yang Berhikmat dan Bermartabat Dalam Organisasi", bertempat di Wisma Kinasih Sukabumi dengan mengundang 2 orang Nara Sumber dari Dewan Pengurus Daerah Jakarta,  yakni Scholastika  Lupi Adriyati (Ketua Bidang Organisasi) dan Samantha Petra Smit (anggota Bidang Organisasi).
Kegiatan PPKO ini diikuti oleh seluruh Pengurus  DPC St
 Arnoldus Janssen Bekasi beserta seluruh Pengurus Inti Ranting-Rantingnya.
Diharapkan dengan mengikuti PPKO, seluruh Pengurus dapat lebih memahami dan menghayati makna menjadi Pengurus sekaligus anggota  Wanita Katolik RI sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi, baik kepada anggota maupun kepada masyarakat.
Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat.




Rm. Ferdinandus Tuhujati Setia Adi, SJ -akrab disapa dengan Romo Ferdi- memberikan renungan yang sangat tepat perihal pelayanan, saat pembukaan Rapat Koordinasi Cabang Wilayah (RKCW) Bekasi, Sabtu 30 Maret 2019, bertempat di Gedung Aloysius Gonzaga, Gereja St. Stanislaus Kotska, Paroki Kranggan. Bahwa "dalam karya pelayanan, spirit pelayanan didapat dari 'aku bekerja karena aku membutuhkan belas kasih Allah (karena aku orang berdosa) bukan karena aku ingin mencapai sesuatu...', seperti halnya dengan Doa Bapa Kami, dimana semua untuk memuliakan nama-Nya, jadilah menurut kehendak-Nya"

Dihadiri oleh perwakilan dari 9 cabang di Wilayah Bekasi, RKCW memaparkan laporan kegiatan-kegiatan yang menarik, antara lain Cabang St. Albertus melaporkan kegiatan belajar software Microsoft, Cabang St. Bartolomeus dengan program "Tembok Bolong", Cabang St. Arnoldus dengan program "Ibu Pintar", Cabang St. Stanislaus dengan "membuat sabun dari jelantah". 
Para Ketua Cabang yang hadir saling bertanya dan melengkapi, hampir semua mempunyai minat yang besar untuk belajar dan berproses bersama, demi kemuliaan nama Tuhan. 
Amin 🙏🏻



Wanita Katolik RI DPD Jakarta diundang dalam acara "Forum Kebangsaan" yang digagas oleh PGI-KWI bersama beberapa komunitas Gereja, di Gedung Oikumene, Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019, pukul 17.00 - 19.00. 
Diwakili oleh Yuli Pandiangan, Effi Guntur, Rossy W., dan Melani, forum ini bertujuan untuk menyikapi situasi bangsa di tahun politik ini.
Harapan untuk masa ke depan, masyarakat berani bersikap untuk memilih pemimpin yang baik dan tidak bersikap golput.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget