Juli 2019

ADA PELANGI KASIH DI LOMBA POCO POCO –GEMUFAMIRE

Siang itu puluhan penari membentuk barisan memanjang dan beberapa lapis barisan ke belakang. Tiga orang memimpin di depan. Musik dengan lagu lagu tradisi modern bernada ceria membawa para penari membaur, lebur dalam irama , dihiasi senyum ceria dan kebersamaan . Mereka menari dalam aneka ragam balutan busana warna warni . Ada yang berbusana tradisi, ada yang berkostum olahraga dengan tambahan pernak pernik yang seru dan tak terlupa para penari berseragam dinas . Sepertinya mereka semua lupa, jika beberapa saat berlalu kelompok mereka bersaing, saling unjuk kebolehan dalam Lomba senam Poco Poco – Gemufamire .
Lomba senam PocoPoco- Gemufamire diselenggarakan hari Minggu ,7 Juli 2019 di Grha Keluarga Kudus Pasar Minggu Jakarta selatan. Lomba diselenggarakan oleh Wanita Katolik RI Cabang Pasar Minggu . Tema lomba “Pelangi Kasih” ,merupakan harapan agar karya nyata Wanita Katolik RI di gereja, masyarakat, bangsa dan negara, dapat memberikan kesejukan, kebahagiaan dan keindahan seperti indahnya warna pelangi. Tema ini diamini dengan keragaman 15 peserta yang ikut serta. Selain kelompok ranting Wanita Katolik RI dan kelompok katagorial di paroki Pasar Minggu. Ikut serta bertanding Kelompok Wanita Katolik RI cabang sewilayah Selatan, kelompok RT/RW di sekitar Gereja Pasar Minggu .Dipilihnya lomba senam Poco Poco - Gemufamire tak lain karena sebagai olahraga dan tari, kegiatan ini banyak penggemarnya di kalangan masyarakat.
Sebagaimana tarian bersama yang dilaksanakan seusai berlaga, kegiatan lomba ini menjadi semacam pesta rakyat, pesta kebersamaan , yang membuat Wanita Katolik RI semakin dikenal oleh umat dan masyarakat. Sebuah harapan tersirat dalam pesan yang tertulis dalam spanduk yang dibentangkan oleh salah satu kelompok peserta lomba senam yang semuanya berusia muda. Mereka berharap akan Wanita Katolik RI “yang berbicara bijaksana dan menjadi garam dan terang dunia.” Dirgahayu Wanita Katolik Republik Indonesia yang ke 95.







Silaturahim[u1]  Dengan Kader Posyandu

 Semua peserta bergoyang mengikuti irama lagu Gemufamire sehingga suasana seketika  berubah  menjadi meriah

     Dalam rangka memperingati HUT Wanita Katolik RI  yang ke-95, Wanita Katolik RI Cabang Santa Monika mengadakan acara silaturahim dengan kader posyandu yang mayoritas adalah Muslim. Tujuan acara ini adalah untuk berbagi kebahagiaan  dan  dapat   mengenal satu sama lain sehingga tercapai harmonisasi.

     Di pagi yang cerah pada hari Kamis 4 Juli 2019 terlihat  ibu-ibu panitia yang terdiri dari pengurus cabang dan ranting, sudah berkumpul di Rumah Makan Pecel Madiun, dengan memakai blus polos warna warni siap menyambut para undangan. Pada pukul 11.00 acara dimulai dengan doa pembukaan secara Katolik dilanjutkan sambutan ketua DPC St. Monika yang dalam sambutannya menceritakan sejarah singkat berdirinya Wanita Katolik RI. Peserta yang hadir berjumlah 66 orang, terdiri dari 30 orang kader posyandu dan 36 orang anggota Wanita Katolik RI cabang St. Monika. Peserta dibatasi karena keterbatasan tempat.

     Setelah  dilakukan  pemotongan tumpeng diringi nyanyian lagu Happy Birthday, para kader diberi kesempatan untuk menyampaikan testimoni atas pemberian makanan tambahan oleh ibu-ibu ranting ke posyandu.  "Alhamdulilah! Dengan adanya bantuan dari Wanita Katolik RI, sangat membantu sekali. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan ibu-ibu Wanita Katolik RI", kesan Ibu Munyana, kader posyandu Aster.  

      Di pintu tengah ruangan dipajang  foto-foto kegiatan ranting  di posyandu binaannya yang ditata dan dihiasi dengan menarik pada selembar karton. Ada 10 ranting menceritakan pengalamannya yang dilakukan setiap bulannya di posyandu binaannya tersebut. 

      Sambil menunggu makanan disajikan. para peserta diajak bergoyang mengikuti lagu dari daerah NTT. Suasana bertambah meriah dan heboh ketika lagu dangdut diputar. Meskipun tempatnya sempit, namun tidak menjadi halangan untuk saling senggol dan tertawa bersama. Lupa deh bahwa semua tidak remaja lagi.          

       Habis lelah bergoyang, semua peserta makan dengan lahap menu nasi pecel komplit.  Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh kader posyandu dengan membacakan Al-Fatihah.  Mereka pulang dengan membawa hadiah berupa tas sumbangan dari 14 ranting.


 
 

MUTIARA[u1]  YANG TERPENDAM

Menapaki usia yang mulai senja, dengan berbekal semangat dan harapan yang tersisa, perlahan-lahan kami mulai menimba mutiara-mutiara yang terpendam di pesisir laut Cilincing. Kilaunya mulai menampakkan diri dan kami pun berusaha untuk terus mengasah dan mempertahankannya, sebatas kemampuan kami.

Memperingati hari jadi WKRI ke 95, dengan segala keterbatasan, kami tetap berusaha untuk mempersembahkan yang terbaik. Kami mengadakan Perayaan Ekaristi bersama seluruh anggota cabang pada hari Jumat tanggal 28 Juni 2019 pukul 18.00 yang dihadiri 75 anggota. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah secara sederhana namun penuh sukacita. Peniupan lilin dilakukan bersama Ibu Martha (Ketua Cabang), Ibu Rina (Wakil 1), Ibu Sri Astuti (Eks Ketua Cabang) dan Romo Canisius Sigit Tridrianto, CM (Romo Kepala Gereja Salib Suci)

Dalam kesempatan ini kami juga  memberikan donasi berupa pakaian layak dan pantas pakai bagi saudara-saudara di daerah Muara Tawar, pesisir laut Marunda. Penerimaan secara simbolis oleh Bpk. Rohadi sebagai salah satu aparat desa.

Posyandu Balita pada hari Minggu, 30 Juni 2019 yang dihadiri 70 Balita, mengakhiri seluruh rangkaian perayaan HUT WKRI ke-95. Selain bingkisan sederhana kami juga memberikan buku doa bergambar bagi anak-anak.

Tetaplah bersinar mutiara-mutiara Indonesia. Berkilaulah bagi negeri kita tercinta.



 

 
 

BELAJAR[u1]  DAN BERMAIN DENGAN ANAK-ANAK PEMULUNG

 

        Organisasi Wanita katolik RI, merupakan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hu­­kum, yang tetap eksis sejak berdirinya tanggal 26 Juni 1924 di Yogyakarta, dengan na­ma pe­lindung Santa Ana. Usia 95 tahun, merupakan usia yang sudah tidak lagi muda bagi per­ja­lanan hidup suatu organisasi, apalagi mengingat semua anggota adalah pe­rempuan. Ten­tu ini merupakan proses perjalanan sejarah yang sangat panjang de­ngan segala sepak- ter­jang­nya yang tentu sangat banyak tantangannya.

        Sebagai bagian dari organisasi Wanita Katolik RI, Wanita Katolik cabang St Bartolomeus, Taman Galaksi, juga ikut ambil bagian untuk merayakan Ulang tahun ke-95 ini dengan mengadakan beberapa kegiatan, termasuk Perayaan Ekaristi Kudus yang di­ada­kan pa­da tanggal 30 Juni 2019, di gereja Bartolomeus sebagai ungkapan rasa syukur atas berkat Tuhan yang se­nan­ti­a­sa melimpah sepanjang perjalanan hidup Wanita Katolik RI, dan atas pendampingan St Anna, selaku pelindung organisasi.

        Di antara kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyambut Ulang  tahun Wanita Katolik RI yang ke-95, ada suatu kegiatan Wanita Katolik RI Bartolomeus yang cu­kup menarik. Kegiatan tersebut adalah "Belajar dan bermain dengan anak-anak pe­mu­lung." Kegiatan ini sungguh luar biasa, unik, dan aneh; beda dengan kegiatan sosial yang lain; tapi menyenangkan dan menarik. Anak-anak pemulung, yang tinggal di per­kam­pungan pe­mu­lung ini, memang tiap minggu belajar di Mushola dekat perkampungan tersebut. Tetapi pada tanggal 13 Juli 2019, Wanita Katolik RI cabang St Bartolomeus mencoba mengajak anak­-anak ini untuk belajar di Taman dekat perkampungan tersebut. Belajar, sambil ber­main, dan bernyanyi, yang membuat suasana menjadi sangat menyenangkan semua larut da­lam suasana yang menggembirakan.

        Dalam acara tersebut ibu-ibu Wanita Katolik RI Sanbarto menggandeng anak muda, ang­gota OMK, yang setiap minggunya mereka juga terlibat dalam kegiatan mengajar anak-anak tersebut. Hebat ya, ibu-ibu menggandeng orang muda untuk ikut berperan serta da­lam "mencerdaskan kehidupan bangsa" menuju kehidupan yang bermartabat. Semoga di usia­nya yang semakin bertambah,Wanita Katolik RI semakin mampu berperan serta ambil ba­gian dalam kehidupan bermayarakat, berbangsa, dan bernegara. [AL Endang Purwanti, Bartolomeus-Bekasi]


  
 

 

 





LHO...KOQ 'BURUNG'KU BERUBAH...[u1] 

"Nggak dipotong lagi kan, Dokter," kata yang satu

"Ampuuun....jangan disuntik ya, Dook," kata yang lain.

Keluhan dan ketakutan normal ini cukup mudah kami tenangkan. Apalagi sudah ada yang selesai dan dengan tersenyum lebar mengatakan: "Kirain mau dipotong lagi, ternyata enak disiram air dingin.." teman-teman yang masih mengantri tampak menjadi lebih santai.

Tetapi.....

"Koq burung saya jadi lebih besar..." kata Deo sambil malu-malu, setelah perbannya dibuka.

"Koq 'burung' saya berubah..." kata Tyo lirih, sambil mengintip burungnya di balik sarung. Dia merasa bingung dan malu.

Beberapa keluhan senada membuat kami harus menjawab bijak meski sambil menahan tawa.

Itulah celoteh di ruang kontrol sunatan, pada hari Sabtu, 29 Juni, 2019.

Sebelumnya, pada hari Rabu, 26 Juni 2019, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-95 Wanita Katolik RI, DPC St. Arnoldus Janssen, Bekasi menyelenggarakan Sunatan Masal Ceria, bekerja sama dengan Rumah Sakit Elizabeth dan Sie Kesehatan Paroki.

Target peserta 50 orang – dan finalnya 57 – tercapai kurang dari 24 jam setelah diumumkan kepada group Ketua Ranting. Waktunya memang pas, bertepatan dengan liburan panjang sekolah. Dan saking banyaknya yang menyusul mendaftar, panitia langsung menetapkan akan ada termin kedua di bulan Oktober.

Peserta sunat hampir 50% beragama non Katolik, maka doa dipimpin oleh Romo Levi Pakpahan, SVD dan oleh Ustad Nurdin. Sambil menunggu giliran, dilakukan juga upacara potong tumpeng ulang tahun, dan nyanyi bersama anak-anak agar mereka tidak tegang.

Peranan Ketua Ranting dalam mensosialisasikan program ini di lingkungan sekitar merupakan salah satu kunci sukses program ini. Sebagai contoh, Ibu Theresia Kristyawati, Ketua Ranting St. Yashinta, yang bukan hanya mendaftarkan tetapi juga mendampingi anak-anak yang disunat dari rantingnya, hingga selesai.

Keraguan di awal ternyata dijawab penuh berkat oleh Tuhan. Donatur dana dan natura mengalir, sehingga sunatan ini benar-benar gratis. Para dokter di RS juga menggratiskan semua pelaksanaan dan obat juga jasa pemeriksaan pada saat kontrol. Bahkan RS Elizabeth mengajak kerja sama lagi tahun depan.

Kekatolikan Wanita Katolik memang sudah tidak diragukan, saatnya lebih banyak melayani Republik Indonesia. Dirgahayu Wanita Katolik RI.                                    Tim Humas – DPC St. Arnoldus Janssen, Bekasi


 

 
 

 

 

Balada[u1]  Lilin Sulit Mati
Upacara potong tumpeng dan tiup lilin yang digelar oleh Wanita Katolik RI Cabang Bernadet, Ciledug, Tangerang, Minggu, 30 Juni 2019 malam di Gereja Pinang, Tangerang dalam rangka ulang tahun Wanita Katolik RI ke 95, mengundang tawa. Soalnya, lilinnya sulit dipadamkan. Bambang Hermanto, wakil Pengurus Harian Dewan Paroki Santa Bernadet Tangerang lantas membahasnya. "Lilin susah mati melambangkan semangat Wanita Katolik yang menggelora, ujarnya disambut tepuk tangan. Sebagai pegiat paroki, Bambang mengaku, malam itu dirinya baru tahu bahwa Wanita Katolik RI di lingkup Santa Bernadet ternyata punya banyak kegiatan. Sebelumnya, dalam sambutan, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Bernadet, Stephanie Natalia Sutedjo menyampaikan kegiatan yang secara konsisten dilakukan oleh Wanita Katolik RI Cabang, seperti memberi bantuan modal dan membina 40 wanita pengusaha kecil melalui program PPUK, pendidikan lima siswa SMK melalui gerakan orangtua asuh, serta membantu pemenuhan gizi di posyandu.
Dalam acara ini kami mengundang para binaan PPUK, GOTA dan kader Posyandu serta memberikan penghargaan kepada binaan yang berprestasi. Nominasi untuk binaan PPUK yaitu binaan paling lama Ibu Latifah, paling tertib melunasi pinjaman dan nominal cicilannya paling besar Ibu Maria Sri Winarni dan yang mengalami peningkatan usaha Ibu Lusia Juwarni sedangkan nominasi untuk GOTA yaitu rangking yang terbaik Sulastri Astuti, peningkatan prestasi paling besar dalam nilai rapor Ayu Febriyanti Sukma. Sulastri Astuti, salah satu penerima bantuan pendidikan lewat orangtua asuh, menyampaikan terima kasih kepada Wanita Katolik RI. Sebelumnya, saya sering menunggak uang sekolah, tutur gadis semampai putri pensiunan guru ini.
Adapun Sukarni, binaan PPUK dari kawasan Japos juga berterimakasih. Wanita berusia 57 tahun ini, dulunya penjahit baju. Tapi saya sakit vertigo, mata juga buram, jadi tak bisa menjahit," kenangnya. Padahal, Sukarni harus bekerja untuk membantu membiayai hidup keluarganya. Maka, ia membuka warung jajanan anak-anak. Berkat bantuan PPUK, Sukarni bisa menambah jualan kopi dan minuman. " Penerima PPUK yang lain, Robiyah mengaku sudah dua kali menerima bantuan. "Dulu kan keponakan saya jualan mi ayam, jadi saya minta diajari," kenang Robiyah. Ternyata, karena lokasinya dekat pasar kaget, warung Robiyah ramai didatangi pembeli. Robiyah juga mengaku tidak kesulitan mengangsur pinjaman modal dari PPUK.
Semangat belajar Lastri dan semangat Sukarni serta Robiyah seperti lilin ulangtahun yang sulit padam tadi. Mereka semangat menjadikan hidupnya lebih baik. Para Wanita Katolik RI pun umumnya punya semangat yang sama. Tentu saja, sembari berharap, semoga para anggota organisasi ini lebih berhikmat dalam melayani sesama, sesuai dengan tema ulang tahun Wanita Katolik RI 2019 ini.  ***












Mengunggah tema "Wanita Katolik RI Menjadi Pembawa Terang dalam Hidup Kebhinnekaan", Wanita Katolik RI DPC St. Bonaventura-Pulomas menyelenggarakan Konferensi Cabang pada Sabtu, 20 Juli 2019. Pimpinan Cabang terpilih yang akan bertugas dalam masa bakti 2019-2022 (foto dari kiri ke kanan): 
Ketua: EV Capriyanthi
Wakil Ketua I: Endah Purnomo Wulandari
Wakil Ketua II: Fransiska Rema Sakeng 
Selamat bertugas, Tuhan memberkati 🙏🏻

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget